Gedung Putih Tambah Lagi Daftar Teroris Global, Siapakah Mereka?
Amerika menganggap kelompok Jamaat-ul-Ahrar sebagai “kelompok sempalan dari Taliban Pakistan,” namun karakterisasinya belum akurat. Sementara Jamaat-ul-Ahrar memisahkan diri dari Taliban di Pakistan di Agustus 2014, lalu dua kelompok Taliban yang bersatu kembali pada Maret 2014.
Jamaat-ul-Ahrar bertanggung jawab atas beberapa serangan di wilayah yang menargetkan personil militer, penegakan hukum dan bertanggung jawab atas pembunuhan dua Konsulat AS di Peshawar pada awal Maret 2016.
Dalam salah satu serangan paling mematikan, seorang anggota Jamaat-ul-Ahrar meledakkan bom di pintu masuk taman Gulshan-i-Iqbal di kota Pakistan timur Lahore Maret 2016. Setidaknya 72 orang tewas dan lebih dari 300 terluka dalam ledakan itu.
Ihsanullah Ihsan, juru bicara resmi Jamaat-ul-Ahrar, mengaku beranggung jawab atas pemboman di Hari Paskah.
“Target kami adalah orang Kristen,” kata Ihsan dalam pernyataan seperti yang dikutip oleh The Long War Journal. Dia juga mengatakan bahwa Jamaat-ul-Ahrar ingin mengirim pesan ke Perdana Menteri Nawaz Sharif bahwa kami telah memasuki Lahore. Kelompok ini telah beroperasi di provinsi Punjab selama hampir dua tahun.
Fraksi Taliban Pakistan juga mengklaim bertanggung jawab untuk sejumlah serangan di daerah ini, termasuk serangan terhadap tim vaksinasi polio di Karachi pada April 2016 (tujuh polisi tewas), pembunuhan Menteri Dalam Negri Punjab pada bulan Agustus 2015 dan pengacara untuk Dr Shakil Afridi, yang membantu CIA menemukan Osama bin Laden di kota Pakistan Abbottabad.
Sumber : Lasdipo.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar