Setelah Satu Dekade, Zionis Buka Pintu Perbatasan Erez untuk Gaza
Gaza – Pemerintah Zionis Israel, Rabu (13/7/2016), mengumumkan akan membuka sebuah pintu perbatasan penting antara Jalur Gaza dan Israel untuk pertama kali dalam sembilan tahun terakhir.
“Pintu perbatasan Erez akan dibuka agar berbagai barang bisa masuk ke Jalur Gaza mulai Kamis,” kata juru bicara COGAT, sebuah badan pemerintah Israel yang mengurus kebijakan terkait Palestina.
Sejak 2007, pemerintah Israel menutup pintu perbatasan Erez untuk warga Palestina. Sejak saat itu semua barang-barang masuk ke Palestina melalai pintu perbatasan Kerem Shalom di sisi selatan Gaza.
“Langkah ini diambil untuk memfasilitasi para importir Palestina sekaligus membantu perekonomian Jalur Gaza,” tambah si juru bicara.
Terletak di sisi utara Jalur Gaza, pintu perbatasan Erez terletak lebih dekat dengan sejumlah kota besar Israel dibanding Kerem Shalom. Sehingga berbagai barang lebih mudah dibawa masuk ke Palestina dari kota-kota pelabuhan Israel misalnya kota Ashdod.
Selama satu dekade, Israel melakukan blokade terhadap Jalur Gaza. Israel berkilah dan beralasan blokade harus dilakukan untuk mencegah Hamas, yang memerintah Gaza membangun kekuatan militernya.
Menurut Bank Dunia dan PBB, blokade itu membuat Gaza sama sekali tak bisa melakukan ekspor dan mematikan perekonomian di daerah kantung Palestina yang kecil itu.
Sebanyak 1,9 juta orang tinggal di Jalur Gaza yang sempit, terjepit di antara Mesir, Israel dan Laut Tengah.
Sumber : Lasdipo.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar