Assalamualaikum Eramuslimers… Sejak dua tahun lalu, beberapa bulan sebelum Pilpres 2014, dunia sosmed diramaikan oleh ribuan akun yang secara gencar, bahkan brutal, berkomentar di berbagai portal berita dan juga sosmed, yang menghabisi lawan-lawan politik pasangan Jokowi-Ahok, dalam hal ini pasangan Prabowo-Hatta Radjasa. Tidak perlu diulang apa saja yang mereka tudingkan dan fitnahkan.
Ribuan akun dengan nama yang berbeda-beda tentunya, bersikap dan menyuarakan hal yang sama, menjadi pembantai siapa pun yang berseberangan opini dengan calon mereka. Ini menimbulkan kecurigaan bagi kita semua.
Setelah ditelusuri, terkuaklah jika ribuan akun tersebut ternyata akun abal-abal. Mencuat nama Jasmev, pasukan cyber yang dibentuk untuk menghabisi dan membully lawan-lawan Jokowi-Ahok di dunia maya. Mereka adalah orang yang terima uang dari yang dibela, satu orang diperintahkan membuat banyak akun, bahkan ratusan akun, yang bertugas membullly siapa pun di dunia maya yang pandangannya dianggap merugikan Jokowi-Ahok.
Karena dibayar untuk melakukan dirty-job, pasukan ini dikenal dengan sebutan Pasukan Nasi Bungkus alias Panasbung. Dan benar saja, ketika rakyat banyak tertipu pencitraan mereka, dan jagoan Panasbung berhasil menjadi orang nomor satu di negeri ini, ketua Panasbung akhirnya diangkat menjadi salah satu komisaris BUMN. Dalam politik tidak ada makan siang yang gratis.
Nah, bulan-bulan kemarin, sejalan dengan kian memanasnya perseteruan Pilgub DKI yang akan digelar tahun 2017, pasukan ini kembali dihidupkan, bahkan sepertinya ditambah jumlah maupun kinerjanya.
Situs Berita Eramuslim menjadi salah satu target mereka. Ini kami sadari. Mereka berkomentar dengan galak, dan membully seenak jidatnya.
Jika kami hanya mementingkan rating, maka ini sebenarnya bagus. Akan banyak pembaca yang riuh-rendah bersilat-lidah di kolom komentar yang terletak di bawah setiap artikel. Mereka akan berperang kata. Dan situs berita Eramuslim akan naik ratingnya.
Tapi tidak. Eramuslim bukan tempat sampah.
Berbagai komentar dari ribuan akun abal-abal itu dalam dunia maya adalah sampah. Islam mengajarkan keadilan, yakni letakkanlah sesuatu sesuai pada tempatnya.
Sebab itu, sampah tempatnya ya di tempat sampah.
Sebab itu, kami mulai melakukan pembersihan terhadap akun-akun abal-abal ini untuk dibuang di tempat sampah. Jika Eramuslimers sekarang banyak melihat ada status komentar yang dihapus oleh kami, atau kami blok, maka itu adalah sampah.
Semoga apa yang kami lakukan bisa membuat Indonesia menjadi lebih bersih. Amien.
Sumber : Eramuslim.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar