Ledakan Bom di Taman Lahore, Tewaskan 70 Orang Lebih
Lahore-Lebih dari 70 orang tewas, ratusan lainnya terluka karena sebuah ledakan di taman yang padat pengunjung di kota Lahore, Pakistan, Minggu malam (27/3) waktu setempat.
Polisi mengatakan pembom bunuh diri meledakkan bom di dekat tempat bermain anak-anak di tempat yang penuh keluarga, sebagian dari mereka sedang merayakan Paskah. Kebanyakan korban adalah anak-anak.
Kelompok Taliban Pakistan, Jamaat-ul-Ahrar, menyatakan melakukan serangan tersebut. Juru bicara kelompok itu mengatakan mereka secara sengaja menargetkan umat Kristen yang tengah merayakan Paskah.
Seorang pejabat senior kepolisian setempat Haider Ashraf, seperti dikutip Kantor Berita AFP, mengatakan, jumlah korban tewas kini mencapai 72 orang. Ada delapan bocah yang tewas di antara para korban.
“Umat Kristen bukan target. Mayoritas yang tewas adalah Muslim. Hari itu, semua orang datang ke taman, bukan hanya mereka yang merayakan Paskah,” ujarnya.
Seorang pejabat administrasi di Lahore, Muhammad Usman, mengatakan, ada 233 korban terluka dalam insiden ini. Namun, hingga Minggu malam, petugas menyelamatkan lebih dari 300 korban luka. Usman juga sempat mengatakan bahwa pelaku bom bunuh diri itu meledakkan dirinya di dekat area bermain anak-anak.
Mengutip BBC, ledakan itu tampaknya terjadi di gerbang utama ke taman Gulshan-e-Iqbal, tempat biasanya mobil biasanya ditinggalkan, dan tak jauh dari tempat ayunan anak-anak.
Seorang saksi mata mengatakan kepada stasiun Geo TV, ia tengah bersama istri dan dua anaknya ketika mendengar ledakan, dan mereka langsung terjengkang ke tanah.
Hasan Imran, seorang penduduk setempat yang sedang jalan-jalan di taman itu mengatakan kepada kantor berita Reuters: “Ketika ledakan terjadi, bara api membumbung begitu tinggi hingga melampaui pepohonan dan saya lihat jasad-jasad manusia terlempar ke udara.”
Tayangan-tayangan video di media massa memperlihatkan anak-anak dan perempuan sedang menangis dan menjerit-jerit sementara para petugas penyelamat, kepolisian serta orang-orang yang sedang berada di tempat itu terlihat sedang mengangkut orang-orang yang terluka ke ambulans dan mobil-mobil pribadi.
Presiden Pakistan Mamnoon Hussain dan Perdana Menteri Nawaz Sharif mengecam ledakan bom tersebut. Mereka meminta polisi melakukan penyelidikan menyeluruh, serta memburu faksi Taliban yang bertanggung jawab atas ledakan yang diduga akibat bom bunuh diri itu.
Adapun pemerintah Provinsi Punjab, tempat Kota Lahore berada, telah memberlakukan masa berkabung selama tiga hari.(inilah/lasdipo).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar